SINYO HARRY SARUNDAJANG DALAM BERBAGAI POSE DI KEPULAUAN NUSA UTARA

GUBERNUR SHS DISANBUT DI TALAUD, TAHUNA, DAN BERSAMA MUSPIDA KABUPATEN SITARO (insert). EKSPOSE SHS KETIKA MEMBERIKAN SAMBUTAN ATAS APRESIASI MASYARAKAT KABUPATEN NUSA UTARA……….


CATATAN PINGGIR DARI KUNJUNGAN DI KABUPATEN TALAUD

Dieluk-elukan Warga, SHS Menitikan Air Mata

“Penduduk daerah kepuauan ini, sejak kunjungan pertama sampai hari ini, memang tidak pernah berubah. Saya tidak pernah melupakan kalian. Di setiap waktu, saya selalu mengingat kalian. Saya mencintai kalian semua. Kurangnya kunjungan saya ke daerah ini hanya karena saya harus membagi waktu dengan tugas-tugas pemerintahan lainnya. Tapi, perhatian saya tetap dan tidak pernah berubah. Dan, saya yakin Tuhan selalu menyediakan waktu yang tepat untuk saya berada di tengah saudara-saudaraku sekalian. Inilah waktu Tuhan itu.”

Drs. Sinyo Harry Sarundajang, Gubernur Sulawesi Utara[…..]

DINGIN malam mulai menusuk dan terasa sampai ke ubun-ubun, karena waktu mamang sudah menunjukkan pukul 9 malam, namun Renata Tatengkeng, 67 tahun, masih duduk termenung di tepi pantai, sederet Pelabuhan Lirung, di Kabupaten Kepulauan Talaud. Ia belum turun melaut. Padahal, biasanya, saat seperti itu, Opo –panggilan akrab Tatengkeng— semestinya sudah di tengah laut. Menurutnya, ada dua alasan hingga Ia belum melaut. Pertama, karena memang laut lagi berlombak. Kedua, yang paling penting, karena di daerah tercintanya, Wilayah Kecamatan Lirung, ada kunjungan kerja pemerintah Propinsi Sulawesi Utara yang dipimpin langsung Gubernur Sinyo Harry Sarundajang.

Kabupaten Kepulauan Talaud adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia dengan ibu kotanya Melonguane. Kabupaten ini berasal dari pemekaran Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud pada tahun 2000. Kabupaten Kepulauan Talaud terletak di sebelah Utara Pulau Sulawesi. Wilayah ini adalah kawasan paling Utara Indonesia, berbatasan dengan Filipina di sebelah Utara, dengan jumlah penduduk mencapai kurang-lebih 100 ribu jiwa. Kabupaten Kepulauan Talaud tergolong daerah terbelakang yang masih membutuhkan investasi proyek pembangunan dan sentuhan tangan pemerintah.

Saat dihantam gempa berkekuatan 7,4 SR setahun silam, hampir semua penduduk pulau-pulau di Kabupaten Kepulauan Talaud sempat mengungsi, mencari tempat yang aman, karena daerah pemukimannya memang sangat rawan, berada sederet dengan permukaan laut. Kondisi geografis Kabupaten Kepulauan Talaud yang terdiri dari banyak pulau, yang dipisahkan laut menyebabkan teramat rawannya daerah ini jika terjadi gempa. Ada acaman tsunami setiap saat.

Gempa ketika itu, sempat meratakan bangunan-bangunan permanen, termasuk rumah penduduk, sekolah, dan rumah ibadah. Kejadian ini masih menyisahkan trauma bagi penduduk kepulauan di daerah paling Utara di pulau Sulawesi tersebut. Sampai saat inipun, rehabilitasi pasca gempa belum berlangsung sebagaimana mestinya. “Makanya, saya tidak mau menyia-nyiakan waktu dan sangat ingin sekali bertemu Bapak Gubernur Sarundajang. Pasalnya, berselang beberapa waktu setelah kunjungan Pak Sarundajang ketika gempa memporak-porandakan daerah tersebut, Talaud seolah dibiarkan pemerintah setempat,” jelas Opo dengan raut wajah penuh kelesuan.

Opo memang satu diantara sekian banyak warga Talaud yang mengalami nasib serupa pasca gempa. Mereka harus bangkit dengan kekuatan sendiri dari keterpurukan setelah kehilangan segalanya. Halnya bantuan, sudah berulang kali ditanyakan kepada Pemerintah Kabupaten Talaud, tapi tidak ada jawaban pasti. “Jadinya, kami sadar, bahwa memilih pemimpin seharusnya mendengarkan kata hati. Kunjungan Pak Sarundajang kini, menjadi pengobat kerinduan lama warga disini. Kami tidak melaut dan memilih bersama Sarundajang adalah kata hati kami,” ujar Opo sambil mengisap rokok dan menghirup asapnya dalam-dalam.

Lihunu, 45 tahun yang berada tidak jauh dari Opo pun menambahkan, bahwa penduduk Lirung juga sangat senang dengan slogan yang dipilih SHS dalam membangun Sulut, termasuk tentunya Kabupaten Talaud. Sebab, dari kata “Membangun Tanpa Korupsi” terkandung makna pemimpin yang bersih dan jauh dari perbuatan menyusahkan rakyat. “Soalnya, kami disini korupsi tanpa membangun,” timpal seorang warga yang tak mau menyebut namanya, yang berdiri di dekat Lihunu.

Kunjungan Gubernur Sarundajang selang sepekan menyusuri pulau-pulau di daerah Nusa Utara –Kabupaten Talaud, Sangihe dan Kabupaten Sitaro—memang begitu menyejukkan hati penduduk kepulauan tersebut. Kunjungan yang menyertakan anggota Muaspida Propinsi, sejumlah Kepala SKPD (Kadis/Kaban), beberapa Kepala Biro Setda Propinsi, taruna Angkatan Laut, petugas kesehatan, wartawan bahkan sejumlah artis ini, disambut warga dengan penuh sukacita. Sambutan ini menepis isu yang menyebut Sarundajang tidak lagi diterima penduduk di daerah ini. Sebab kenyataannya, begitu tiba di pelabuhan yang disinggahi (Lirung, Tahuna, Siau sampai Tagulandang), masyarakat sudah menyemut di gerbang pelabuhan. Dari robongan penyabut terlihat merata, mulai dari warga penduduk setempat, PNS, anak sekolah, petugas keamanan, dan tak terkecuali para bupati di tiga kabupaten itu.

Dan, yang tak kalah menyejukkan hati serta menghilangkan kepenatan setelah berhari-hati “membelah” laut, bahwa disetiap penyambutan selalu dilakukan dengan cara adat dan disaksikan ribuan ratusan mata. Melihat momentum ini, Gubernur Sarundajang dan rombongan sangat merasa terharu. Sampai, tak sadar, sesekali terlihat mata SHS –begitu ia akrab disapa di panggung politik— berkaca-kaca.

“Penduduk daerah kepuauan ini, sejak kunjungan pertama sampai hari ini, memang tidak pernah berubah. Saya tidak pernah melupakan kalian. Di setiap waktu, saya selalu mengingat kalian. Saya mencintai kalian semua. Kurangnya kunjungan saya ke daerah ini hanya karena saya harus membagi waktu dengan tugas-tugas pemerintahan lainnya. Tapi, perhatian saya tetap dan tidak pernah berubah. Dan, saya yakin Tuhan selalu menyediakan waktu yang tepat untuk saya berada di tengah saudara-saudaraku. Inilah waktu Tuhan itu,” kata SHS dan disambut tepuk sorai semua hadirin yang memenuhi bangsal pertemuan di kantor Kecamatan Lirung, Kabupaten Talaud.

Usai memberikan sambutan, dengan didampingi Wakil Bupati Talaud, Constatine Ganggali, Sarundajang langsung membaur dengan masyarakat, menyalami dan memeluk penduduk dalam bangsal satu-persatu dengan penuh kasih sayang, sebelum melanjut pertemuan dengan dengan sejumlah pemuka agama dan pegurus serta para pendeta anggota Gereja Masehi Injili Talaud, di kantor Sinode Germita.

Sementara di Tahuna, ibukota Kabupaten Sangihe, sejumlah masyarakat dan PNS yang menyambut kunjungan Gubernur mengaku sudah sejak pagi berada di pelabuhan. KRI Mul Tatuli yang mulai merapat sejak pukul 08.00 wita pagi di pelabuhan memang sudah dinanti-nantikan warga di Bumi Porodisa itu. Tak terkecuali dalam rombongan penjemput itu, Bupati Sangihe, Winsulangi Salindeho didampingi anggota Muspida Kabupaten. Sambutan warga berlanjut di rumah dinas Bupati Sangihe. Telah menunggu disana, ratusan pelajar, PNS dan Ketua DPRD Propinsi Sulut, Ny. Meiva Salindeho-Lintang.

Suasana serupa pun terjadi di Kabupaten Sitaro, di Siau dan Tagulandang. Para penyabut sudah menyemut di pelabuhan, meski ketika itu hujan deras menguyur wilayah yang dipimpin Bupati Toni Supit SE MM. Terlihat dalam rombongan penyambut Bupapati Supit didampingi first lady Sitaro Ny Eva Supit-Sasingen. Kegiatan yang dilakukan di kabupaten termuda di daerah kepulauan itu, tidak berbeda dengan dua kabupaten kepulauan yang dikunjungi terlebih dulu, Kabupaten Talaud dan Kabupaten Sangihe. Selain meresmikan beberapa proyek pemerintah berupa pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana, Gubernur pun menyerahkan bantuan berupa beras untuk warga kurang mampu, dana pembangunan sarana ibadah, pemeriksaan kesehatan dan penyerahan kacamata bagi warga lanjut usia (Lansia).***





Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s