IDE BRILIAN SHS HADIRKAN DUNIA DI SULUT

Sulut Mendunia, SHS Dinilai Berhasil

Sejumlah tokoh Kawanua yang bermukim di luar daerah dan sejumlah pemimpin LSM di Sulawesi Utara, menyayangkan tudingan negative yang disuarakan Gerakan Anti Koropsi (Gerak) dan Forum Masyarakat Peduli Hukum (FMPH) kepada Gubernur Sinyo Harry  Sarundajang, saat melakukan demo. Pasalnya, dari pengamatan mereka, justru di tangan Sarundajang, Sulut mencapai prestasi yang membanggakan dan terhindar dari pejabat korup. Di mata mereka, SHS –begitu ia akrab disapa di panggung politik— adalah figure yang sangat pantas menjadi panutan. Di tangannya Sulut, memperoleh berbagai penghargaan, baik dari pemerintah pusat maupun dari Negara lain. Jadi, mereka berpendapat, semua tudingan yang kini lagi diburu media massa kota Nyiur Melambai kini, sebagai sensasi belaka, upaya pembusukan, pembunuhan karekter, dan fitnah semata. […..]

Demikian tanggapan Benny Tengker, KetuaUmum Kerukunan Keluarga Kawanua (K3), Jessy Wenas, Pengamat Budaya, dan Lisa Tungka, Tokoh Kawanua di Los Angeles, Amerika Serikat, serta beberapa  pimpinan LSM di Sulawesi Utara, saat dihubungi terpisah semalam. Bagi  mereka, mendunianya Sulawesi Utara dan keberhasilan pembangunan di tanah Toar Lumimuut ini, tidak lepas dari ide-ide cemerlang Surandajang.

Bagi Benny Tengker, SHS tidak mungkin melakukan tindakan bodoh seperti yang dituduhkan kepadanya itu. Tengker mengaku sangat mengenal jiwa dan kepribadian SHS. Sarundajang adalah pamong yang berhasil meniti karir dari bawah, hingga beberapa kali dipercayakan Negara (pemerintah pusat,) memegang sejumlah jabatan penting di luar Sulut. Jabatan tersebut, diantaranya, Injen Depdagri, Gubernur Maluku Utara dan Gubernur Maluku. “Dengan track record seperti itu, saya sangat yakin SHS tidak akan bertindak senekat itu,” ujar tokoh kawanua yang akrab disapa Benteng ini.

Menurut Benteng, kalau SHS melakukan korupsi, juga tidak mungkin. Sebab, kepemimpinan yang korup tkidak mungkin mendapatkan penghargaan Pengelolaan Keuangan Daerah Terbaik dari Pemerintah Pusat. Kemudian menyangkut isu keterlibatan SHS dalam masalah pembunuhan (Oddy Manus) dan penculikan, itu juga sangat sulit dipercaya. “Sebab, bagaimana mungkin seorang yang terlibat kasus berat, lantas dapat menerima penghargaan atas jasa dan pengabdian bagi daerah, bangsa dan Negara; Bintang Maha Putera, langsung dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,” kata Benteng beralasan.

Sementara Jessy Wenas berpendapat, bahwa sejumlah “gerakan” yang lagi terjadi di Sulawesi Utara merupakan gejala yang tidak beretika juga tak sportif. Orang Minahasa dikenal dengan jiwa satria. “Saya  sangat tahu budaya orang Minahasa yang sebenarnya. Minahasa sangat berjiwa kesatria. Saya khawatir kejadian-kejadian ini terjadi karena ada hubungannya dengan pelaksanaan Pilkada Sulut. Kalau itu motivasinya, sebaiknya dihentikan. Jika mau bertarung, bertarunglah dengan satria. Tidak dengan cara-cara yang kurang terpuji,” kata Wenas.

Pada keempatan terpisah Peneliti Senior KPG Jogyakarta, Max Wilar, menjelaskan, apa yang dilakukan para pendemo terhadap seorang kepala daerah, haruslah dibuktikan secara hukum. “Penyebaran selebaran gelap tanpa bukti dan dasar adalah finah. Ini sudah ranah hukum. SHS  harus bersikap,” harap Wilar.

Sedang, bagi Lisa Tungka, jiwa arif dan bijaksana dari Gubernur SHS yang memilih mengabdi dan membangun daerah Sulut dengan berupaya menyukseskan event-event bertaraf internasional, sudah menjadi bukti bagi masyarakat Sulut bahwa wawasan serta cara berpikir Sarundajang sangat teruji dan tidak sepicik informasi yang berkembang itu. “Kami warga kawanua di AS sangat bangga memiliki seorang gubernur seperti SHS,” kata Lisa.

Pendapat serupa juga disampaikan sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan di daerah ini. Dewan Pimpinan Tertinggi Brigade Manguni, Tonaas Wangko Decky Maengkom, menilai cara-cara yang digagas Jimmy cs, sebagai suatu tindakan yang bisa menggangu stabilitas keamanan daerah. Isu yang diangkat, tidak di dukung dengan data akurat dan lengkap. Ini sama dengan fitnah. Nuansa politik sangat kental. “Jadi, kami warning mereka agar menghentikan kegiatan-kegiatan yang hanya bisa menjadi ancaman keamanan di daerah,” tegas Maengkom.

“Yang namanya black campaign, money politics, dan cara-cara curang lainnya yang seringkali terjadi setiap belangsungnya Pemilu, entah legislative, pemilihan kepala daerah (Pilkada) sampai presiden (Pilpres), semua itu sebaiknya ditanggalkan,” tambahnya.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s