AJAKAN GOLPUT MENGGEJALA, MASYARAKAT TAK TERPANCING. PEMILIH DI SULUT SUDAH DEWASA

Kampanye Hitam tak Pilih SHS Bermunculan

Kampanye hitam disinyalir dimotori oleh beberapa kandidat peserta Pilkada Sulawesi Utara, mulai mengejala dibeberapa wilayah, di Minahasa. Sejumlah gerakan yang berkampanye dengan mengajak masyarakat untuk tidak memilih salah satu bakal calon, sebagaimana informasi dari berbagai sumber, terdengar di Tataran Tondano, wilayah Kawangkoan, Manado, serta sejumlah wilayah lainnya.

Masyarakat diajak untuk tidak memilih SHS, sambil membagi-bagikan uang. “Sudah jo ngoni pilih SHS, ini kita kase doi bukan bermaksud supaya ngoni pilih kita. Cuma, ngoni jangan pilih SHS (Jangan pilih SHS. Ini saya bagikan uang tidak untuk mengajak anda memilih saya. Tapi, asal jangan pilih SHS, red),” kata seorang warga di Tataran, Tondano menirukan ajakan bakal calon ini sambil berharap namanya tidak perlu dituliskan. […..]

Namun menurut sumber, kejadian yang terjadi pekan lalu itu tidak membuat masyarakat di daerah ini terpengaruh. “Torang ndak mengubris ajakan kandidat dimaksud. Kita sudah tau mana yang harus dipilih. Itu sudah pilihan hati nurani. Jadi, apapun yang mereka lakukan, kita sudah punya pilihan,” kata sumber yang mengaku saat kejadian itu, ia berada di sana karena memang dia juga warga Tataaran.

Menjawab rumor yang berkembang tersebut, Gubernur Sinyo Harry Sarundajang (SHS) berharap agar masyarakat jangan mudah terpengaruh. Menurut SHS, rumor itu belum tentu benar. “Kalaupun itu benar ada, saya yakin masyarakat tidak segampang itu dipengaruhi. Rakyat kita sudah cerdas dalam memilah, mana yang benar dan mana yang salah,” kata SHS sembari mengajak agar  suasana aman dan damai yang telah tercipta di daerah sampai saat ini, jangan dirusak hanya karena masalah politik (Pilkada).

“Sebagai Gubernur saya menghimbau, sebagaimana kita telah melaksanakan agenda nasional (Pileg dan Pilpres) 2009 dengan damai, aman dan nyaman, marilah dalam menyambut pelaksanaan Pilkada di Sulut, kita laksanakan dengan baik juga. Saya percaya semua kita sudah dewasa dalam memberikan hak pilih. Pilihlah sesuai hati nurani,” kata Sarundajang.

Sementara itu, ketika dimintai tanggapan, Koordinator Media Center SHS, Michael Umbas, mengaku bahwa pihaknya memang sudah banyak menerima laporan semacam itu. Cara-cara ini memang jamak berlaku di setiap Pilkada, dimana selalu ada upaya menjatuhkan kandidat lawan dengan cara-cara tidak demokratis. “Pak SHS selalu jadi korban dengan berbagai isu dan pembusukan,” kata Michael.

Hanya saja, penulis buku “Sulut Mendunia”  ini berharap agar dalam bersosialisasi  jangan merusak tatanan demokrasi yang sudah terbingkai. Kampanye hitam dalam Pilkada adalah bagian dari usaha merusak demokrasi. “Namun saya percaya, kampanye model seperti itu tidak akan memberikan hasil maksimal. Rakyat bisa menilai. Rakyat sudah pintar, sehingga tidak mudah dibodohi dengan statemen-statemen politik murahan seperti itu,” tambah Michael.

Perkembangan politik di Sulut menjelang Pilkada tensinya semakin meningkat. Wajar saja, karena bukan hanya pengamat yang mulai mereka-reka, tetapi juga masyarakat seolah sudah mulai terserang wabah politik, hinting-menghitung kekuatan.

Pengamat Politik dari Universitas Sam Ratulangi Manado, Drs. Noldy Londa, mengatakan bahwa gejala seperti ini kalau dalam disiplin ilmu disebut sebagai “psikologi  politik” yang memang sangat mempengaruhi ruang gerak dan cara berpikir manusia. “Mungkin karena ada kandidat yang sudah makin menguat, dan lawan berusaha mencari celah dan cara menjatuhannya,” kata Londa saat dihubungi per telepon semalam.***

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s