SHS – MMS: BISA??? LANJUTKAN!!!

SHS: Politik Jangan Ceraikan Kita

MMS: “Jangan Pernah Kau Ragukan…“

“Jangan pernah kau ragukan ketulusan hati ini, walau sikapku hanyalah biasa saja, memang begitu sifat pribadiku…… Bagiku dirimu –diganti dengan SHS saat dinyanyikan kedua– di atas segalanya yang ada di dalam kehidupan ini…“

Sepenggal lirik hasil karya Frans ’Pance’ Pondaag yang dipopulerkan Dian Pisesa diera tahun 80-an ini, memecahkan suasana seolah menjawab kerinduan warga Kabupaten Boltim yang memenuhi bangsal BPU Wale Bethesda yang baru diresmikan penggunannya oleh Gubernur Sulawesi Utara, Sinyo Harry Sarundajang, di desa Bangunan Wuwuk, Modayag Barat, Sabtu akhir pekan lalu. [….]

Bagaimana tidak, sejak awal SHS –panggilan akrab Gubernur Sulut di kancah politik—hampir semua tokoh masyarakat juga sejumlah Sangadi di wilayah Kabupaten pemekaran Bolmong ini, dan tak terkecuali masyarakatnya, mengelu-elukan SHS untuk dapat berpasangan dengan Bupati Bolmong Marlina Moha Siahaan (MMS) dalam Pilkada Sulut, medio Mei 2010 nanti.

Memang syair dalam lagu sering dijadikan isyarat dalam ’berbagi rasa’ berbagai ranah. Dan, dalam dunia politikpun syair dalam lagu juga sering digunakan untuk meyakinkan publik, termasuk calon pasangan diajang Pilkada. Dan situasi ’saling berbagi rasa’ ini pun terliha jelas disela acara peresmian gedung BPU Wale Bethesda, Bangunan Wuwuk itupun demikian.

SHS dalam memberikan sambutan sebenarnya sudah menjawab kerinduan masyarakat Boltim dengan menyebutnya sebagai satu rahasia yang belum bisa dibuka. “Saya belum bisa menjawabnya sekarang. Itu masih rahasia. Ngoni so lebe tau (Anda lebih tahu, red),“ kata SHS yang mengaku pernah juga bermukim di Modayag, Boltim ini.

Namun seolah tak mau kehilangan kesempatan, atas desakan warga yang mengultimatum Bupati yang sering dipanggil Bunda ini, usai rama tamah MMS pun merasa perlu menjawab keinginan warga Boltim yang mengeluk-elukannya untuk bisa berpasangan dengan SHS yang belum terjawab olehnya. Bunda pun langsung mengambil mic, siap-siap mendendangkan lagu. Karena, MMS pun merasa belum saatnya untuk memberikan statemen politik berkaitan dengan keinginan rakyat tersebut. Syair yang dipilih, pertama adalah Indah RencanaMu disusul dengan lagu pop Kutulusan Hati yang beberapa baitnya menyebutkan demikian, “Jangan pernah kau ragukan ketulusan hati ini, walau sikapku hanyalah biasa saja, memang begitu sifat pribadiku…. Bagiku dirimu di atas segalanya yang ada di dalam kehidupan ini..”

Selanjutnya, bagai gayung bersambut, SHS pun langsung ke dapan setelah diminta kesediaannya terlebih dulu oleh MMS juga warga yang memadati bangal. Degan penuh percaya diri, SHS yang ketika itu mengenakan setelan batik berwarna biru langsung menyapa degan ramah permintaan ini. “Saya benar-benar dibuat tersanjung,” kata SHS dibarengi senyum khasnya.

Untuk menjawab sanjungan ini, SHS memilih membawakan sebuah syair You Raised Me Up sebagai lagu pembukan dan menutupnya kemudian dengan lagu Green Green Grass Of Home. Menurut Sarundajang, kenapa ia memilih lagu ini, “Karena didalamnya terkandung komitmen yang tinggi, mendukung program pemerintah nasional tentang penghijauan,” kata SHS setengah berseloroh.

Baik SHS maupun MMS, ketika membawakan lagu-lagu ini disambut dengan penuh antusias seluruh warga Boltim. Tampak juga terlihat dalam bangsal, Bupati Boltim Kandoli Mokodongan, Wakil Bupati Bolmong Sehan Mokoagouw, Muspida Bolmong, Sekum GMIBM Pdt Christin Raintama, dan tokoh adat/masyarakat. Tampak pula terlihat hadir Ketua DPRD Sulut periode 2004-2009, Drs Syahrial Damopolii.

Yang paling terlihat berapi-api dalam menyambut “kemesraan” yang dipertontonkan kedua idola calon pasangan versi warga Boltim ini, yakni Sangadi desa Bangunan Wuwuk, Janet M. Saat ditemui wartawan, Janet menjelaskan kenapa dia sangat mengidolakan SHS dan MMS. “Keduanya, sudah punya program jelas dan telah terbukti. Perhatian mereka terhadap kami sudah kami rasakan. Untuk apa kita memilih yang baru mengobarkan janji-janji. Itu belum pasti bisa dilaksakana. Bukankah lebih baik Bapak (SHS). Kita tinggal melanjutkan saja,” katanya.

Sejumlah tokoh adat/kebudayaan dan beberapa tokoh masyarakat Boltim yang hadir juga menyatakan dukungan mereka yang pasti disalurkan ke SHS. “Pilkada Gubernur Sulut 2005 lalu, suara SHS mendominasi di wilayah kami. Dan, sampai saat ini kami pun belum berubah,” kata Opal, tokoh masyarakat yang menjemput dan menghantar SHS saat tiba hingga ke bangsal dengan memimpin upacara penyambutannya.

Ungkapan senada pun disampaikan A. Rahman Mamonto, tokoh adat yang juga sebagai Ketua Sanggar Seni Budaya Pongayouw, Moyag. Menurutnya, peran SHS dalam mengangkat Sulut, Boltim khususnya sudah tidak diragukan. “Pada, acara besar di ibukota propinsi, kami sering dilibatkan. Selain itu, perhatiannya untuk mengembang Sulut begitu besar sampai-sampai daerah kita dipercaya untuk menyelenggarakan pertemuan berskala internasional. Ini cuma bisa dilakukan oleh pemimpin yang berpikir maju kedepan,” kata Rahman.

Tak berbeda dengan Rahman, Suhartini, Pembina Sangar Budaya Boltim pun mengaku sangat berterima kasih kepada Gubernur SHS yang sangat memperhatikan mutu seni dan budaya di Boltim. “Kami salut dan berterimakasih kepada Bapak Gubernur SHS, yang salalu memberikan motivasi untuk pengembangan seni dan budaya daerah,” kata Suhartini yang kini menjabat sebagai Kasie Budaya di Dinas Budpar Kabupaten Boltim ini.

Sejumlah elemen masyarakat lainnya, diantaranya Racky dan Dahlan yang ketika berlansungnya acara terlihat sibuk mengatur generasi muda untuk menyampaikan yel-yel SHS-MMS, mengaku sangat mengidolakan keduanya bisa berpasangan. “Bagi kami SHS-MMS harga mati. Mereka pemimpin yang visioner. Lanjutkan,” kata keduanya singkat.

Politik harus Sportif

Sementara ketika menyampaikan sambutan, Gubernur SH Sarundajang, mengatakan agar suasana aman dan damai yang telah tercipta di daerah sampai saat ini, janga dirusak hanya karena masalah politik (Pilkada). “Sebagai Gubernur saya menghimbau, sebagaimana kita telah melaksanakan agenda nasional (Pileg dan Pilpres) 2009 dengan damai, aman dan nyaman, marilah dalam menyambut pelaksanaan Pilkada di Sulut, kita laksanakan dengan baik juga. Saya percaya semua kita sudah dewasa dalam memberikan hak pilih. Pilihlah sesuai hati nurani,” kata Sarundajang yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Menurut Gubernur, politik jangan justru mencerai-beraikan warga. “Pilihan boleh siapa saja. Warna boleh apa saja. Namun, jangan sampai pilihan membuat kita tercerai-berai,“ tambah Sarundajang.

Gubernur juga menghimbau kepada warga agar jangan mudah tergiur dengan bujuk rayu para calon yang mengandalkan uang. Pilkada adalah pertarungan program, bukan uang. Jadi, carilah pemimpin yang visioner, jelas, dan mempunyai program yang punya relevansi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Saya membangun tanpa korupsi. So itu kita ndak punya doi. Yang penting rakyat sayang, kita siap lanjutkan pembangunan di Sulut,“ katanya dan menambahkan, “Saya yakin, saat ini rayat Bolmong sudah pandai memilah. Dan, kita memang harus cerdas agar tidak mudah dibodohi.“

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s