SINYO HARRY SARUNDAJANG: (SHS) :SEMUA HARUS SEKOLAH

Pemprop: Semua Harus Sekolah

Propgram Semua Harus Sekolah yang diusung Sinyo Harry Sarundajang, ternyata tidak sekedar “gerakan peduli” untuk memuluskannya dalam meraih tiket, ikut Pemilihan Kepala Daerah Propinsi Sulawesi Utara yang dijadwalkan akan berlangsung medio Mei 2010. Dalam berbagai kujungan kerja ke sejumlah daerah kabupaten/kota di Sulut, Gubernur Sarundajang sudah merealisasikan sejumlah program kerja penunjang Semua Harus Sekolah, diantaranya rehabilitasi gedung sekolah, peresmian gedung sekolah baru, pemberian beasiswa bagi pelajar kurang mampu hingga bantuan program lanjutan bagi para guru yang ingin menyelesaikan program pendidikan S/1 sampai S/3. Dan, tidak hanya itu, beberapa waktu terakhir ini, Pemprop juga membebaskan kelima anak usia sekolah yang ditahan di rumah tahanan (Rutan) Malendeng. […..]

Menurut Gubernur, program bebas biaya sekolah sebenarnya sudah beberapa tahun ini diterapkan. Mulai dari program beasiswa sampai pemberian bantuan kepada pelajar yang kurang mampu melalui dana BOS, sudah diterapkan pemerintah propinsi. “Saat ini kita tinggal mau melanjutkan. Jadi, bagi siswa yang belum tersertakan sebelumnya, juga guru-guru yang belum terakomodir dalam program studi lanjutan, segera ke Dinas Pendidikan Nasional Propinsi agar didaftarkan,” kata SHS.

Sementara Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Propinsi Sulut, Verra Lalamentik Logor, SH, berkaitan dengan pembebasan Margaretha menjelaskan, pembebasan anak-anak usia sekolah ini karena Pemprop sangat konsisten dengan program Semua Harus Sekolah. Sebelum membebaskan Margaretha, siswi SMP disalah satu sekolah di Manado, Pemprop juga sudah membebaskan enam orang anak yang dijebloskan ke Rutan Malendeng dan sekarang mereka sudah bisa sekolah.

“Intinya, anak-anak, meski dinyatakan bersalah, tapi mereka harus tetap sekolah. Seperti Margaretha juga harus segera masuk sekolah,” jelasnya. Sebagaimana diketahui, MR alias Margaretha (14), siswi SMP di Manado mendekam disalah satu ruang anak di Rutan Malendeng karena diduga melakukan pencurian uang Rp. 600 ribu demi membeli buku tulis. Kasie Pelayanan Tahanan, Maruly Simbolon SH turut membenarkan kedatangan tim BP3A Pemprop Sulut tersebut. “Memang benar ada pihak Pemprop yakni dari BP3A datang ke Rutan Malendeng terkait masalah Margaretha,”  tukas Simbolon. (smc)

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s