DEAL RP 100 JUTA PERANGGOTA KPU, AKHIRNYA PILKADA “BERHASIL” DIJADWALKAN SEPTEMBER DARI SEHARUSNYA JULI 2010

Radar Manado, 17 Maret 2010

Rakyat Sulut Berencanya Turun ke Jalan

Sampelan: “Tunda Pilkada, KPU tidak Profesional”

Tomny Sampelan, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Sulut menilai adanya wacana untuk mengelar Pilkada Sulut tidak tepat waktu pada bulan Juli 2010, mencerminkan kinerja KPU sebagai lembaga penyelenggara hajatan politik, tidak professional menjalankan amanat, aturan dan ketentuan perundang-undangan. […..]

Menuut  Sampelan, tidak ada alasan yang cukup mendasar bagi KPU untuk menunda Pilkada di Sulut. Sebab, merujuk pada aturan dan ketentuan perudang-undangan manapun yang mengatur tentang Pilkada, pemilihan kepala daerah di Sulut harus tetap dilaksanakan Juli 2010 tahun ini. “Untuk itu, kami mendesak KPU Sulut agar supaya sesegera dan secepat mungkin menyampaikan penetapan tahapan-tahapan Pilkada menyusul telah diketuknya alokasi dana Pilkada,” tegas Sampelan.

Sekarang yang paling penting adalah bagaimana institusi KPU langsung action melalui penyampaian terbuka tentang tahapan dan jadwal hari “H” Pilkada. “Ini penting supaya public bisa menilai kinerja personil KPU, apakah betul-betul melakukan tugas untuk kepentingan masyarakat umum atau bekerja berdasarkan titipan dari bakal calon gubernur atau kelompok tertentu,” ujar Sampelan curiga.

“Kami menilai, berdasarkan pertimbangan kondisi daerah saat ini yang stabil dan kondusif ditambah kesepakatan dana yang sudah disahkan serta dukungan politik melalui lembaga DPRD yang sudah representatif,  Pilkada Sulut dapat dipastikan berlangsung aman dan damai pada bulan Juli 2010,” tambah Sampelan menjelaskan.

Justru, kata Sampelan lagi, bila Pilkada ditunda bukan tidak mungkin akan menimbulkan polemik dan gejolak di tengah masyarakat pada umumnya. Karena saat ini, masyarakat sudah tidk sabar menantikan figure pemimpin untuk lima tahun kedepan. “Ini merupakan kondisi riil yang harus dipertimbangkan KPU,” kata Sampelan.

Untuk itu, demikian Sampelan, kami dari seluruh kekuatan pekerja di Sulut akan mengawal Pilkada tepat waktu. Jika, masih tidak jelas dan mengambang penjadwalannya seperti sekarang ini, dalam waktu dekat kami akan memobilisasi masa untuk melakukan demo ke KPU Sulut.

Sementara pantauan di media hari ini (17 Maret 2010) penundaan pelaksanaan Pilkda Gubernur Sulut terjadi karena ada “permainan” di KPU. Koran Radar Manado, bahkan mengakat isu ini menjadi berita utama dengan judul “KPU SULUT DITERPA ISU SUAP”. Dalam berita disebutkan, ditengarai Livie Alouw, CS, telah menerima dana sebesar Rp 100 juta perorang di Jakarta oleh salah seorang calon gubernur. “Kita berharap tidak demikian”. (mcs)

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s