Kasau Respons Permintaan SHS Aktifkan Lanud Kalawiran

Satu Lagi Terobosan SHS dalam Membangun Sulut

SHS-Imam Sufaat, Tukar Cendramata

Kepala Staf Angkatan Udara RI, Marsekal Madya Imam Sufaat menyampaikan sangat merespons keinginan pemerintah propinsi Sulut sebagaimana disampaikan Gubernur Sinyo Harry Sarundajang untuk mengaktifkan kembali Pangkalan Udara Kalawiran, di Desa Kalawiran, Kecamatan Kakas Minahasa. Alasannya, bertambahnya pangkalan udara di wilayah kesatuan RI, itu akan memberi kemudahan bagi TNI dalam tugas-tugas pengamanan Negara.[…..]

“Pangkalan sangat mendukung tugas-tugas pengamanan Negara. Semakin banyak pangkalan udara, akan semakin baik. Permintaan Gubernur Sarundajang untuk mengaktifkan kembali Pangkalan Udara Kalawiran, sangat positif. Prinsipnya, semakin banyak landasan itu lebih bagus. Pasukan bisa lebih cepat bereaksi bila terjadi konsentrasi masalah di suatu daerah,” kata Sufaat saat gala dinner Gubernur dan rombongan TNI AU, di Gubernuran Bumi Beringin Manado, Rabu lalu.  Menurut Kabag Humas Setdaprop Sulut, Christian Sumampow, SH, MEd, kedatangan Kasau di Sulawesi Utara dalam kerangka kunjungan kerja, sekaligus melihat dari dekat kesatuan-kesatuan yang ditempatkan di wilayah Sulawesi Utara.

Pada bagian lain, Kasau mengakui bahwa saat ini kekuatan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) yang dimiliki TNI perlu peremajaan. Ini sudah keharusan. “Pembangunan Alutsista TNI merupakan hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sebab, selain untuk menunjang keberhasilan operasi dan latihan TNI, hal ini guna menunjang efek deterrent dan mendukung kebijakan pembangunan strategi pertahanan Negara,” jelas Sufaat.

Konsep strategi pengerahan kekuatan Alutsista, tambahnya, wajib dipandang dari sudut yang lebih komprehensif, integral dan holistic. Dan, bukan hanya sekedar konsep sektoral yang terfokus ke tiap-tiap matra, melainkan harus dapat mendukung suatu konsep operasi gabungan (joint force operation) dimana tiap sektor harus mampu mengefektifkan menunjang satu sama lain hingga seluruh sumber daya (resource) yang dimiliki dapat digunakan dengan efektif, efisien dan tepat sasaran. Bahkan apabila diperlukan TNI juga harus bisa melaksanakan operasi yang menuntut sinergi dengan lembaga dan kementrian terkait.

Melihat permasalahan-permasalahan yang ditemui dengan demikian beragam, maka TNI hareus melakukan peremajaan Alutsista, diantaranya, penambahan pesawat herkulers, program pengantian Foker 27 yang sudah terlalu tua, dan direncanakan tahun depan RI bisa memiliki pesawat tanpa awak. Selain itu, TNI AU akan membangun radar pengintai; radar sipil, di wilayah Indonesia Timur, diantaranya akan ditempatkan di Marauke, Timika dan Kalimantan.

“Semua ini akan kita lakukan bertahap. Maklum angaran TNI terbatas. Anggaran TNI tidak seperti angaran pendidikan yang dipatok 20 % dari ABPN, jadi bila APBN-nya naik angarannya juga ikut naik. TNI terbatas. Makanya, dalam kesempatan ini saya patut menyampaikan terimakasih kepada Pak Gubernur Sarundajang yang sudah memberi bantuan kendaraan kepada kesatuan kami di sini,” kata Sufaat sembari menjanjian akan membantu mempercepat proses kerjasama Pemda Sulut-TNI AU menyangkut pengoperasian kembali Pangkalan Udara Kalawiran, di Kabupaten Minahasa.

Semoga kedepan, dengan kerjasama seperti yang ditunjukkan Pemda Sulut ini, TNI bisa lebih maju dan profesional dalam bidangnya dan dapat menjadi sebuah kekuatan yang disegani di kawasan Asia Tenggara bahkan dunia. (mcs)

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s