Warga GMIM Lakukan Ibadah Pengutusan Pelayan Khusus

Kansil: “Saya Bangga Warga GMIM”

Drs. Djouhari Kansil, MPd., Wagub, pedamping SHS

Pendeta GMIM menjadwalkan lakukan ibadah pengutusan terhadap salah satu pelayan gereja yang akan ikut Pemilukada Sulawesi Utara, Penatua Drs Djouhari Kansil, MPd., sebagai calon Wakil Gubernur mendampingi calon Gubernur Drs. Sinyo Harry Sarundajang.

Kepastian ibadah pengutusan ini terungkap dalam pertemuan sejumlah pendeta di Wilayah Wawonasa Kombos dengan Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, di Kantor Sinode, Tomohon. Hadir dalam pertemuan itu, masing-masing Ketua BPMS GMIM, Pdt Piet Marthen Tampi, STh MSi., Sekretaris Umum Pdt Arthur Rumengan, MTh., Wakil III Bidang Pengembangan Sumber Daya dan Dana (PSDD),  Pendeta Herry J.J. Plangiten, Ketua Wilayah Wawonasa Kombos yang juga Ketua Jemaat Pniel Tuna, Pdt Masye Lapian-Sumual, Ketua BPMJ Karame Pdt Saul Muaya, Ketua BPMJ Kalfari Parigi Tuju Pdt J. Tongibio, Christin Longdong Rondonuwu dan Pdt Kewas-Montong, Ketua BPMJ Bethani Tikala Kumaraka. […..]

Pengutusan Kansil harus dilaksanakan mengingat selain sebagai warga GMIM, Kansil juga tercatat sebagai pelayan khusus. “BPMS sangat menyuport pencalonan pelayan khusus GMIM, dalam hal ini Pak Penatua Kansil untuk maju dalam Pemilukada Sulut. Karena yang dibutuhkan bagi seorang pemimpin adalah santun, tulus (taat) dan punya kepribadian melayani. Ini saya kira sudah melekat pada Pak Kansil sebagai pelayan khusus,” kata Tampi saat berlangsungnya pertemuan yang penuh kekeluargaan tersebut.

Ditambahkan Tampi, seperti para nabi yang selalu mampu mengatasi masalah karena perkenanan Tuhan, begitupun tugas dan pelayanan seorang pelayan khusus. Jadi, dengan sifat yang melekat ini, diyakini Pak Kansil bisa membawa kehidupan pelayannya dalam tugas dan pekerjaannya.

Djouhari Kansil sendiri usai pertemuan itu, kepada wartawan menjelaskan, sangat memahami tugas-tugas pelayan sebagaimana disampaikan Ketua BPMS GMIM. Sebagai pelayan khusus yang sudah menjalani tugas kepelayanan selama kurang lebih 25 tahun, Kansil mengaku siap menerima tanggung jawab dan kepercayaan yang nantinya akan diembanya jika Tuhan berkenan. “Dalam menjalani hidup sejak usia muda, saya selalu mengingat nasihat orang tua. Hidup kita tidak perlu diatur atau dipaksakan. Kita berpikir saja, Tuhan sudah tahu maksud yang diinginkan. Jadi menyerahkan seluruh tugas-kerja pada kehendak Tuhan merupakan sifat yang bijak, yang berkenan kepadaNYA,” demikian suami terkasih Mike Tatengkeng ini.

Soal rahasia hidup, mantan Kadis Diknas yang sudah ditinggal ayah tercinta sejak kelas enam sekolah dasar ini mengaku, bahwa dalam hidup dia hanya menyimpan satu rahasia keberhasilan yakni jangan macam-macam dan priority takut akan Tuhan. Sebab, kalau Tuhan berkenan apapun yang diinginkan, disana ada mujizat.

Pada bagian lain, putera keempat dari keluarga Frederik Jacobus Kansil dan Maria Toli ini, berharap sambutan warga GMIM terhadap pencalonannya ini akan membuahkan sukacita besar, terutama dalam tugas-tugas pelayanan selanjutnya. “Saya sangat berterima kasih atas kesempatan dan dukungan yang diberikan warga GMIM. Kita bersama berdoa dan saling mendoakan agar tugas pelayanan dapat berlangsung sesuai tanggungjawab sebagai warga gereja yang taat. Saya bangga sebagai warga GMIM,” kata ayah tercinta Ingrit dan Mario Kansil ini.***

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s