Asean Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF-DiREx)

Wakil Presiden Boediono Buka ARF DiREx

By: B. Wilson Lumi

Wapres Boediono didampingi SHS (foto: doc. mp)

Sulut kembali menjadi perbincangan dunia setelah sukses menggelar Asean Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF-DiREx) yang resmi dibuka oleh Wakil Presiden RI, Boediono, pada Selasa (15/3/2011) lalu, di Kawasan Mega Mall, Kota Manado. ARF-DiREx yang tak kala sukses dibanding dua even terdahulu, Word Ocean Conference (WOC) dan Coral Triangle Summit (CTS), benar-benar telah menarik perhatian dunia. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran 27 negara peserta dari ASEAN, Amerika Serikat dan negara-negara Uni Eropa.

Jepang, meski sedang terkena bencana tetap mengutus Wakil Menteri Luar Negeri, Makiko Kikuta serta tim lengkapnya, untuk berpartisipasi dalam kegiatan berskala internasional ini. Kehadiran Menlu Jepang ini sangat menarik simpati Pemerintah Indonesia juga peserta ARF DiREx. Simpati Bangsa terlihat manakala Wakil Presiden RI, Boediono menyampaikan sambutan saat ARF DiREx dibuka. Boediono menyampaikan belasungkawa yang mendalam pada rakyat Jepang. “Seluruh umat manusia di dunia masih terguncang gempa dan tsunami empat hari lampau di Jepang, pada hari sama Aceh alami banjir yang menelan korban nyawa dan harta,” kata Wapres.

Bukti simpati ini, Wapres Boediono kemudian mengajak tamu undangan untuk berdiri dan mengheningkan cipta untuk para korban bencana. Ia berharap, keluarga korban bencana yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan segera bangkit membangun kerusakan akibat bencana tersebut. Pada bagian lain, Boediono berharap melalui ARF-DiREx, kita bisa mengatasi bencana dengan lebih baik, terkoordinir dan sistematis. “Manajemen penanganan bencana sulit dan kompleks harus ada kerjasama. Nah manajemen perbaikan bencana inilah kami harapkan terjawab di ARF-DiREx,” jelasnya.

Selain itu, tambah Boediono, apa yang dilakukan saat ini juga untuk melatih koordinasi sipil militer. Diharapkan peserta memaksimalkan dan saling berbagi pengalaman. Sisi lain, Wapres memuji Sulut yang sudah bisa menjadi tuan rumah yang baik. Ia juga menilai tentang evakuasi saat bencana sudah cukup bagus karena berhasil ungsikan penduduk di 10 pesisir di teluk Manado. “Meski demikian kita harus lebih waspada. Indonesia merupakan salah satu negara yang masuk dalam kawasan ring of fire, dimana bencana gunung meletus, gempa bumi, banjir dan juga tsunami, kerapa melanda negara ini,” ujarnya.

“Salah satu bukti wilayah ini masuk di kawasan ring of fire, yakni terjadinya bencana-bencana seperti yang melanda Filipina, Myanmar, Australa, New Zealand, juga Jepang. Contohnya, Indonesia pada Oktober lalu, mengalami tiga bencana maha dasyat yakni banjir dan tanah longsor di Wasior, Gunung Meletus di Jogjakarta, dan Tsunami di Mentawai, yang mengakibatkan korban jiwa dan juga harta benda,” ujar Wapres Boediono.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri, Makiko Kikuta menyampaikan ucapan terimakasih atas kerjasama yang dilakukan. Terutama bantuan dan dukungan yang diberikan untuk membantu Jepang pulih dari kondisi bencana. “Keputusan untuk meninggalkan Jepang adalah hal yang sangat sulit, namun saya memutuskan untuk datang ke sini memenuhi tanggung jawab kami sebagai ketua bersama,” kata Kikuta.

Sebelum Wapres, SHS dan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro juga menyampaikan sambutan. SHS dalam sambutannya menjelaskan posisi Sulut yang dilingkari patahan dan lempeng. Tak heran daerah Nyiur Melambai ini rawan gempa. Dan inilah sebabnya SHS mengatakan pentingnya latihan penanggulangan bencana bagi warga Sulut.

Usai pembukaan, rombongan mengunjungi KRI dr. Soeharso. Tepat pukul 11.00, Wakil Presiden tiba di Side Ramp Deck A KRI dr. Soeharso dengan seremoni Jajar Kehormatan Bintara dan Fall Ripe oleh Pama KRI dr Soeharso. Ia menumpang kapal Combat Boat milik pasukan katak TNI AL dan diterima oleh Letkol Ari Widiatmoko. Setelah itu Boediono ke Deck F, ruang anjungan yang merupakan posko pengendalian latihan ARF DiREx.

Wapres didampingi Gubernur SHS, sejumlah menteri, dan para panglima militer. Sekitar 5-10 menit berada di Deck F, Boediono dan rombongan meninjau Deck C yang merupakan ruang medis dari KRI dr.Soeharso. Deck C yang berada di lantai tiga ini benar-benar mirip rumah sakit mini. Ada ruang UGD, ruang poliklinik gigi, mata, radiologi, dan laboratorium, lengkap dengan fasilitas yang memadai.

Selanjutnya, Wapres yang suka berpenampilan sederhana ini kemudian turun ke Deck A, tempat dimana acara makan siang disiapkan. Sampai di Deck A, Boediono sudah ditunggu para delegasi yang datang dengan diangkut Landing Craft Unit (LCU). Di antara delegasi tersebut terdapat Wakil Menlu Jepang Makiko Kikuta, Dubes Jepang Kojiro Siojiri, dan Dubes Amerika Serikat Scot Marcel. Tanpa ada sambutan dan acara formal lainnya, acara makan siang langsung digelar.

Pelaksanaan ARF DiREx sendiri mendapat sambutan penuh warga Sulawesi Utara. Buktinya warga berduyun-duyun menyaksikan langsung acara akbar ini. Cuaca Kota Manado sendiri sangat mendukung kelancaran opening ceremony ARF DiREx. Pukul 09.00 Wapres RI Boediono tiba di lokasi acara di kawasan Mega Mas. Didampingi Gubernur Sulut Dr SH Sarundajang, Boediono memasuki lokasi dan menuju panggung utama yang didirikan menghadap Teluk Manado itu. Para tamu, undangan, serta peserta, memenuhi tenda-tenda yang sudah didirikan Pemprov Sulut bekerjasama dengan Pemkot Manado.

Para peserta yang bertindak sebagai pengamat (observer) tampak di samping kanan tenda induk, termasuk pers dari luar negeri dan pers media cetak dan media elektronik nasional. Jajaran Pemprov Sulut dan Pemkot Manado tampak lengkap.  Langit biru yang cerah membuat simulasi Miniatur Mekanisme Penanganan Bencana dan Tanggap Darurat berlangsung sukses. Aksi penyelamatan korban bencana melalui demo laut dan demo udara yang menampilkan pesawat-pesawat dan kapal laut buatan anak bangsa itu membuat pengunjung agak tegang. Namun ketika demonstrasi penyelamatan korban berhasil dilakukan, peserta pun bertepuk tangan.

Tampak hadir Wakil Menlu Jepang Makiko Kikuta, Dubes Jepang Kojiro Siojiri, Dubes Amerika Serikat Scot Marcel, dan petinggi-petinggi militer negara asing. Hadir juga para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II diantaranya Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menpan dan RB EE Mangindaan, Mensos Salim Segaf Aljufrie, Menkominfo Tifatul Sembiring, Menteri DKP Fadel Mohammad, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Kasal Laksamana TNI Suparno, Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo, Kepala BNPB Syamsul Maarif, dan sejumlah pejabat tinggi sipil dan TNI lainnya.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s