Sulut Raih Kinerja Terbaik Penyelenggara Pemerintahan Daerah

Mengawal Otonomi Daerah untuk Kesejahteraan Rakyat

By: B. Wilson Lumi

Ada dua tema besar reformasi kita sudah berjalan 13 tahun terakhir ini. Kedua tema itu adalah demokratisasi dan desentralisasi. Wakil Presiden (Wapres) Boediono mengingatkan, keduanya harus berjalan baik agar cita-cita kita melakukan reformasi yakni membuat rakyat menjadi lebih sejahtera dapat terwujud. Wapres menyampaikan hal itu pada peringatan Hari Otonomi Daerah yang berlangsung di Balai Kota Bogor, Senin 25 april 2011. Pada peringatan itu Pemerintah memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah yang berhasil menjalankan otonomi daerah dengan baik.

Penghargaan ini diberikan berdasarkan hasil evaluasi terhadap seluruh Pemerintah daerah di Indonesia. Evaluasi terus menerus sangatlah penting karena dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, sudah terbentuk 205 daerah otonom baru, yang terdiri atas  tujuh  provinsi (tumbuh 22%), 164 kabupaten (70%), dan 34 kota (57%). Tentu saja tidak semua daerah baru maupun yang sudah lama, berhasil menjalankan fungsi otonomi daerah secara ideal. Penghargaan bagi yang sudah menjalankannya dengan baik akan mendorong motivasi untuk memperbaiki diri. “Itu adalah pengakuan kinerja Bapak dan Ibu dalam melayani masyarakat,” ujar Wapres sembari menyampaikan agar Kementerian Dalam Negeri melanjutkan pemberian penghargaan itu dan membuatnya lebih bergema.

Dalam pandangan Wapres, penghargaan kepada pemimpin daerah tentu juga berdampak pada konstituen masing-masing. Pada akhirnya, ini bisa menjadi insentif yang efektif bagi seluruh kepala daerah untuk melakukan yang terbaik agar rakyat di konstituennya masing-masing dapat menilai secara langsung keberhasilan atau kegagalannya. “Itu adalah insentif non-finansial. Selain itu, mungkin perlu juga dipikirkan insentif finansial bagi daerah yang berhasil,” kata Wapres yang langsung mendapatkan aplaus dari para hadirin.

Kata kunci yag terpenting untuk mencapai keberhasilan pemerintahan di daerah adalah pengelolaan keuangan yang baik. Oleh karena itu, Wapres mengingatkan agar seluruh kepala daerah menjaga sebaik-baiknya pengelolaan keuangannya, Seluruh lembaga pemerintahan harus mencapai opini audit Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),  termasuk seluruh pemerintah daerah. “JIka perlu, BPKP bisa memberikan asistensi untuk perbaikan pengelolaan keuangan daerah,” kata Wapres.

Tiga gubernur yang menerima penghargaan pagi itu adalah: Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, dan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo. Selain itu, ada 10 bupati dan 10 walikota penerima penghargaan. Selengkapnya adalah:

Kabupaten: 1. Jombang; 2. Bojonegoro; 3. Sragen; 4. Pacitan; 5. Boalemo; 6. Enrekang; 7. Buleleng; 8. Luwu Utara; 9. Karanganyar; 10. Kulonprogo.

Kota; 1. Surakarta; 2. Semarang; 3. Banjar; 4. Yogyakarta; 5. Cimahi; 6. Sawahlunto; 7. Probolinggo; 8. Mojokerto; 9. Sukabumi;  10. Bogor.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s